Cara Menanam Bunga Sisir Ayam Di Pekarangan

Cara Menanam Bunga Sisir Ayam Di Pekarangan

Matwontbutwewill –  Dinamakan demikian karena bentuk bunganya yang mirip dengan jengger ayam dengan warna merah darah. Bunga ini memiliki nama latin Celosia cristata, yang merupakan bagian dari keluarga bayam dan bayam.

Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji yang dihasilkan dari buah yang menyatu dengan bunga. Buahnya berwarna merah kehijauan dan akan pecah-pecah saat matang. Biji tanaman itu sendiri berwarna hitam dan kecil. Anda bisa menanam bunga ini di halaman belakang rumah, dan ketika mekar bersamaan akan sangat indah untuk dinikmati.

Jika anda ingin menambah koleksi taman hias anda, berikut Papan Bunga Makassar rangkum 6 cara menanam bunga jengger ayam di taman anda. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

1. Siapkan tanah

Langkah pertama adalah mempersiapkan tanah terlebih dahulu. Agar tanah menjadi netral, area tanam harus disiapkan minimal 1 minggu sebelum tanam. Untuk memudahkan penggarapan bumi, maka Anda perlu membuat bedengan tanam.

2. Beli bibit bunga jengger ayam

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bunga jengger ayam bisa ditanam melalui bijinya. Untuk mendapatkan benih, Anda harus memiliki tanaman induk.
Namun, tentu saja, Anda dapat menemukan cara yang lebih mudah. Saat ini bibit bunga jengger ayam banyak dijual di toko bibit tanaman hias atau toko online. Namun jangan ragu untuk menanyakan informasi lengkap mengenai bibit yang akan Anda beli. Setelah pembelian, yang terbaik adalah menyimpan benih di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung.

3. Tanam benih di tanah

Setelah benih siap, langkah selanjutnya adalah menanamnya di lapangan. Jika benih yang Anda pilih berkualitas baik, Anda tidak perlu khawatir akan tumbuh.
Berikut cara menanam bunga jengger ayam:

– Sebelum penanaman, areal tanam harus benar-benar bersih, jika ada gulma yang tumbuh harus disingkirkan terlebih dahulu.
– Setelah itu, penyemaian dapat dilakukan dengan cara menebar benih pada permukaan bedengan.
– Setelah itu taburi dengan pupuk kandang halus atau kompos untuk menutupi benih yang sudah disemai tadi.
– Tutup sampai biji tidak naik ke permukaan.
– Kemudian bilas dengan air secukupnya. Penyiraman sebaiknya dilakukan dengan sprayer atau hand sprayer.
– Jika ada benih yang muncul ke permukaan, harus ditaburi pupuk kandang halus untuk menutupinya.
– Setelah 2-4 hari benih akan mulai berkecambah dan pada hari ketujuh tanaman muda akan mulai muncul dari permukaan tanah.
– Pada saat seperti ini, tanaman terkadang rentan terhadap serangga seperti jangkrik dan siput. Karena itu, Anda dapat menyebarkan Fudara dan 3G di permukaan media tanam.

4. Tanaman pelangsing

Setelah 2 minggu tanaman akan mulai tumbuh dengan 3-4 daun sejati. Pada usia 2 minggu, Anda perlu menipiskan tanaman agar bisa tumbuh optimal. Tanaman tipis yang tumbuh terlalu rapat, saling berdekatan dan bertumpuk. Tidurlah pada jarak yang ideal. Penjarangan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perebutan unsur hara antar tanaman. Perjuangan ini tentu akan menyebabkan tanaman yang hilang tumbuh perlahan dan kalah dengan yang lain. Tentunya hal ini akan berdampak pada masa berbunga yang tidak sinkron.

5. Perawatan dan pemeliharaan

Pemeliharaan dan perawatan dilakukan agar tanaman dapat terus tumbuh dan akhirnya menghasilkan bunga. Merawat tanaman ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tanaman hias lainnya.

– Penyiraman dilakukan secara rutin minimal dua kali sehari, jika tanaman masih muda. Kemudian ketika tanaman sudah mulai tumbuh dengan baik, penyiraman bisa dikurangi dan saat musim hujan sebaiknya tidak perlu disiram. Buat saja saluran irigasi sebaik mungkin agar air tidak menggenang di bedeng bunga, yang bisa menyebabkan akar tanaman membusuk.
– Pembumbunan dan penyiangan sebaiknya dilakukan secara rutin setiap 2 minggu sekali. Perontokan dan penyiangan dilakukan sedemikian rupa agar akar tanaman lebih kuat mencengkeram tanah, sehingga tanaman tidak mudah tumbang. Selain itu, juga untuk membunuh pertumbuhan gulma di sekitar tanaman.
– Pemupukan cukup menggunakan pupuk kandang yang ditambahkan pada bedengan. Tidak perlu menambahkan pupuk anorganik lainnya. Pada umumnya tanaman ini dapat tumbuh dengan baik walaupun tidak diberi pupuk.
– Pemangkasan ini dilakukan jika kondisi daun tanaman terlalu rimbun, hanya dipangkas pada musim kemarau, selain untuk mengurangi penguapan, cara ini membantu mencegah bekas pangkasan terserang jamur atau bakteri berbahaya .
– Penanggulangan HPT dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida setiap 3 bulan sekali. Dengan menjaga kebersihan bumi dan kebersihan lingkungan, hama dan penyakit tidak akan menghampiri tanaman ini.

6. Bunga jengger ayam jantan mulai mekar

Bunga jengger ayam akan mulai mekar sekitar umur 4-5 bulan setelah tanam. Bunga jengger ayam akan terus menghasilkan bunga sepanjang waktu hingga akhir masa hidupnya.
Selama ini tentunya perawatan dan perawatan harus terus dilakukan. Dari tanaman tua Anda bisa mendapatkan benih baru yang dapat digunakan untuk masa tanam berikutnya.

Sumber: Florist Makassar